Minggu, 06 Mei 2012

Ariq yang malang

Namaku Ariq, aku benci menyanyi karena selain mukaku jelek banget (?) banyak juga yang bilang suaraku itu kaya radio butut, udah gitu aku ini nervous banget kalo udah disuruh tampil di depan umum.

Hari ini adalah mimpi buruk bagiku, karena hari ini ada pelajaran seni budaya dan materinnya adalah MENYANYI ! Arrrrghhh !dan sialnya lagi aku ini nomer absen ke 2 !! kenapa sih orang tuaku ngasih nama ARIQ? Kenapa harus dari A? Kenapa ga Z aja biar tampil sebagai penutup? Ah sudahlah riq terima kenyataan saja.

Sesuai dugaanku, nomer absen 1 tidak masuk sekolah dan namaku lah yang pertama dipanggil oleh guru sialan itu.
"Ariq sugiono"
Aku pun beranjak dari bangku, dan menyeret kakiku dengan sekuat tenaga untuk mencapai depan kelas.
Asal kalian tau, semua murid di kelas ku itu ada 60 orang! Bayangkan 60 orang! dan aku harus menampilkan yang terbaik di depan mereka semua.
Saat aku menyeret kakiku, 58 pasang mata plus 1 pasang mata guru memandangku dengan wajah sinis.
Dan akhirnya aku pun sampai di depan kelas

"Mau nyanyi apa?" dengan suara sinis si guru kumis tebal bertanya "mau nyanyi lagu rayuan pulau kelapa pak" si guru langsung ngangguk-ngangguk, entah tanda kagum atau apa "ya silahkan nyanyi"

Akupun menarik nafas dalam-dalam, memejamkan mata dan membuangnya dengan suara sok merdu
"tanah air ku indonesia
negeri elok amat ku cinta
tanah tumpah darahku yang satu
............................."
ups aku lupa lirik, akupun membuka mata "aduh pak..... "
loh kok ga ada orang? cuma ada si junet yang entah mengutak-ngatik apa dan si guru yang tertidur pulas. Padahal aku baru nyanyi beberapa detik. Sialan! kemana mereka semua? Sebegitu jeleknya kah aku bernyanyi sampai tak ada yang memperhatikanku?

Demi nilai, aku harus membangunkan si guru sialan itu, aku pun mengambil sapu dan menusuk-nusuk lengan si guru memakai sapu agar si guru bangun untuk memberiku nilai.
Beberapa saat kemudian si guru pun bangun.
Yeah, usahaku berhasil! tapi si guru terbangun dengan mata melotot dan tiba-tiba saja mendorongku ke tembok, lalu ia mencekek ku !
Mataku terbelalak, aku mencoba melepaskan tangan si guru sialan ini tapi cekikannya terlalu kuat ! Nafasku terengap-engap. Si junet bukannya menolongku, dia malah tertawa melihatku sengsara! Sialan ! Aku sudah tidak kuat lagi! semuanya berubah menjadi gelap. 

Akhirnya Ariq tutup usia, dan si guru juga meninggal dunia karena meminum pengharum ruangan. Dan si junet dijebloskan ke Rumah Sakit Jiwa oleh pihak sekolah.

Ga nyambung banget ya =)))) maklum, baru pertama kali bikin ginian ^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar