Sabtu, 11 Agustus 2012

Why me? (part 5~end)

Indahnya Jatuh Cinta..

tok tok tok...
Itu pasti andre, aku pun segera membuka pintu

"Hai, udah siap?"
"Udah" aku menjawabnya sambil tersenyum
"ya udah deh ayo kita pergi sekarang"
"okeee, emangnya kita mau kemana?"
"udah lah ikut aja"

Ternyata Andre bawa mobil, aku dipersilahkan masuk oleh andre

"Makasih" aku mejawabnya dengan sok anggun
"sama-sama tuan puteri"
Andre membawa mobilnya dengan kecepatan normal, selama diperjalanan aku hanya membisu saking deg-degannya Andre pun hanya diam saja.. Akhirnya Andre lah yang mencairkan suasana

"hari ini lo cantik ser, beda dari biasanya" sejenak andre menatap ku
aku tertawa "masa sih? ah bohong ah"
"serius ser"
"iya deh makasih hehehe"
"iya sama-sama ser"
Andre bilang aku cantik, aaaaa seneng banget deh

***
Ternyata Andre membawaku ke salah satu restaurant yang cukup mewah, suasanya cukup gelap walaupun di siang hari, dengan lilin disetiap mejanya yang tidak menyala..
Aku dan Andre pun memesan makanan, kata Andre makanan disini cukup enak dan murah walaupun tempatnya mewah

"ser, lo duduk sama siapa kalo di kelas?" tanya andre
"sama Meta, emang kenapa?" aku mejawabnya dengan santai
"oh, meta itu yang waktu itu bareng sama lo di kantin kan?"
"iya, dia sahabat gue.. Tapi gue jarang banget cerita sama dia"
"kenapa?"
"aku emang tipe orang yang jarang cerita sama orang lain dre"
"ooh"

Makanan pun datang, aku langsung menyantap makanan ku dengan lahap
Jujur saja, dari tadi perutku sudah teriak-teriak minta diberi makan
Ternyata Andre juga menyantap makanannya dengan cukup lahap
Ternyata memang benar, makanan disini enak banget.. Kami sibuk dengan makanan kami masing-masing, tak ada satu orang pun yang angkat bicara..
Baru saja aku menyimpan garpu dan sendokku di piring, Andre angkat bicara

"ser, gue mau ngomong serius sama lo"
ngomong serius? jantungku mulai dag dig dug tak karuan
"boleh, lo mau ngomong apa?"
"lo masih laper ga?" ucapannya sangat serius
"dre" ucapku kesal
"hahaha muka lo tegang amat sih"
"ya iya lah, lo kan bilangnya mau ngomong serius"
'iya iya, ya udah serius yaa" goda andre sambil menahan tawa
"ya" jawabku singkat dan jelas
"ser, sebenernya gue udah mau ngomong ini dari dulu ke lo, tapi gue baru bisa bilang sekarang karena dulu gue masih ga berani.. sebenernya gue suka sam"
aku memotong pembicaraannya
"iya dre, gue juga suka sama lo" jawabku yakin
"ser..." andre menatapku, tapi dengan tatapan kecewa.. Jantungku berhenti berdetak selama beberapa saat
"kenapa dre?"
"sebenrnya gue bukan suka sama lo, gue ngajak lo kesini buat minta tolong biar gue deket sama Meta.. Sebenernya gue suka sama Meta, bukan lo maafin gue ser" jleb
"Meta? oh iya sorry dre" aku mencoba tersenyum dan menahan air mata "gue cuma bercanda kok tadi, haha iya gue pasti bantuin lo kok.. Meta juga sahabat gue, dan lo... lo temen baik gue juga"
air mata ku pun tak tertahankan lagi "duh kenapa gue nagis haha sorry dre gue ke belakang dulu"


Hancur, semua harapan yang sudah ku angan-angankan
Kini jatuh dan rusak begitu saja
Mungkin, aku terlalu menyimpan  harapan kepadanya
Dia menyukai wanita lain, bukan aku
Aku fikir jatuh cinta itu indah
Tapi sekarang? Aku terluka, dan kini aku menangis

aku membasuh mukaku, melihat bayangku dengan mata yang agak sembap, untung saja kacamata ku menolongku agar mata yang sembap tidak begitu terlihat
aku kembali menemui andre

"ser, gue minta maaf"
"ga perlu minta maaf dre, gue gapapa ko tadi gue cuma inget sama kucing gue yang ilang jadi gue nangis.. Sorry ya dre"  bohong besar lo ser
"beneran lo gapapa?" kata andre dengan wajah cemas
"iya gapapa dre, beneran deh"
Andre hanya terdiam
Aku baru ingat, kalo meta pernah cerita tentang andre dan kayanya Meta suka sama Andre, kenapa ga pernah kepikiran kalo Meta suka sama Andre
"oh iya dre, gue rasa Meta juga suka sama lo, kalo ga salah Meta pernah cerita tentang lo dan dia semangat banget.. Lo mau nomer meta kan? Biar lo makin deket sama dia terus lo kan bisa jadian, kalian cocok kok.. Gue dukung lo sama Meta, gue bakal seneng kalo lo jadian sama meta" Jelasku panjang lebar, dan penuh dengan kemunafikan.. Bohong banget kalo gue seneng liat orang yang gue sayang jadi milik orang lain.. Apalagi Meta, sahabat gue.. Tapi gue harus bisa relain Andre jadi milik Meta
"oh boleh deh"
"089*******"
"makasih ser, makasih banyak ya lo emang temen gue yang paling baik"
"haha iya sama-sama dre, gue pulang duluan ya dre" aku tersenyum kecut padanya
"mau gue anter?" tawarnya
"ga usah makasih ya, gue duluan" akupun meninggalkan Andre

Aku fikir, cinta kini memihak kepadaku
Tapi ternyata tidak
Aku kira, kamu menyukaiku
Lalu, apa maksudmu selama ini?
Menatapku,
Memanggilku dengan panggilan 'Tuan puteri',
Mengatakan aku 'cantik'
aku kira, kamu memberiku harapan
Tapi tidak, semua ini hanya harapan palsu

***
tiga minggu kemudian

Hari ini adalah hari terakhir sekolah, karena besok sudah libur menjelang bulan suci Ramadhan
Kali ini aku tidak datang terlambat, saat akan memasuki kelas, aku melihat Meta..... Bersama Andre
Aku diam dibelakan Andre dan ditangannya terdapat sebatang coklat dan setangkai bunga
"Met, gue suka sama lo.. Dari pertama kali liat lo, gue langsung jatuh cinta sama lo.. Lo mau kan jadi pacar gue?" Jantungku serasa disayat-sayat mendengar perkataan Andre, tubuhku lemas, tapi aku melihat senyum yang mengembang di wajah cantik Meta
"Iya, gue mau jadi pacar lo dre" kata Meta dengan mata yang berbinar-binar
Aku mencoba tidak menangis, aku menghampiri Meta dan memberikan selamat
Andre tersenyum, tapi bukan untukku tapi kepada Meta

Aku rela menahan sakit untuk melihatmu tersenyum
Walaupun senyum itu bukan untukku


~THE END~

Bereeessss!!!! Yehahahahahahaha akhirnya beres juga, oh iya buat kalian yang baca.. Maafkan ya ga rame =))))))))))))))))



Tidak ada komentar:

Posting Komentar