Jumat, 08 Juni 2012

Sesering itu kah?

Sudah berapa kali kamu mengkhianatiku? 2? 3? Atau lebih?
Apa aku ini hanya tempat pelarianmu? Setelah kamu bosan denganku, kamu mencari wanita lain dan meninggalkan aku.
Tapi apa kamu tau apa yang aku lakukan? Aku tetap menunggumu, sampai kamu kembali kepelukku lagi. Hal yang bodoh bukan? Menanti seseorang yang sudah menjadi milik orang lain.
Tapi inilah yang aku lakukan, ini pilihanku.

Setelah beberapa lama, ternyata usahaku tak sia-sia, ternyata kamu masih belum bisa melupakan aku dan kamu datang kembali kepadaku.
Terimakasih Tuhan.
Aku mulai menjalani hari-hari denganmu lagi, tentu saja aku bahagia.

Selang beberapa lama, kamu melakukan hal yang sama. Kamu meninggalkanku untuk wanita lain.
Segampang itukah kamu jatuh cinta pada wanita lain? Semudah itukah kamu meninggalkanku lagi?
Sakit, ya tentu saja yang kurasakan adalah sakit. Kamu mengulangi kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya.
Kamu bilang, kamu tak ingin menyakitiku lagi. Tapi mengapa kamu mengulanginya lagi?
Aku terlalu cinta padamu, salahkah yang aku lakukan ini?

Kamu tak usah memperdulikan perasaanku, biarkan aku sakit asalkan kamu bahagia.
Walaupun berkali-kali, tapi tetap saja aku sangat mencintaimu.
Aku lelah, disakiti untuk yang kesekian kalinya
Jika suatu saat kamu ingin kembali kepadaku, tak akan semudah dulu.
Karena perlakuan mu itu membuatku susah percaya pada orang lain, termasuk kamu.




Nyambung ga? Asa pabaliut ya =)))) biarin deh masih proses pembelajaran ^^v

3 komentar:

  1. TIPS MENGHILANGKAN RASA KECEWA KARENA PUTUS CINTA

    1. Jangan terlalu larut oleh rasa kecewa, karena hanya akan menyia-nyiakan waktu hidup yang tidak berguna.
    2. Kalau memang dalam kondisi terberatnya kita harus pisah dari si dia, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah Bersyukurlah kepada Allah.
    3. Tetaplah jaga kesucian diri, jangan terperosok kelubang maksiat kedua kali.
    4. Lakukan introspksi diri.
    5. Jangan tangisi ketika si dia mendustai, tetapi tangisilah diri kita yang sedang terlelap dalam buaian dosa.

    BalasHapus